September 21, 2008 at 7:20 am 1 comment

09. Daya Tahan Tubuh Kita 80% dibangun di usus


Halo sobat … apa kabar hari ini …?
Merasa masih sehat-sehat saja? Atau sekedar ada keluhan sering sariawan, terasa
demam, flu, lesu kronis, hingga, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, kanker dll.). Pernahkah kita berpikir bahwa akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas makanan yang menjadi toxin (racun) dalam tubuh kita? .

Kenapa kita harus detox?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit. Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru. Sisa metabolisme tubuh yang tidak terbuang secara alami melalui kelenjar keringat, tinja, pernapasan, dan juga urin akan berkembang menjadi toksin yang dapat merusak sel-sel tubuh.


Kesehatan Pencernaan Mendukung Daya Tahan Tubuh

Usus adalah bagian tubuh yang pertama terekspos oleh dunia luar melalui makanan yang kita konsumsi”. Hasil riset menunjukkan bahwa 80% pertahanan tubuh berasal dari pencernaan. Usus bukan hanya berfungi untuk penyerapan dan pencernaan makanan tetapi juga merupakan bagian dari sistem imun terbesar dalam tubuh yang mengatasi antigen dan zat berbahaya yang masuk.

Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi). Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif.

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan. Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah.

Salah satu gejala yang dirasakan jika tubuh terlalu asam adalah perut kembung, dan diare, sariawan, dll. Padahal, keseimbangan asam-basa ini perlu dijaga agar fungsi pencernaan berjalan normal. Keadaan ideal yang diinginkan adalah apabila keseimbangan asam-basa jaringan tubuh dan darah manusia (kecuali lambung) berada pada pH 7,35 – 7,45 atau netral cenderung basa. Keseimbangan ini bisa dijaga dengan cara mengkonsumsi lebih banyak makanan buah, sebagian besar sayur-mayur, dan rempah-rempah, karena merupakan makanan pembentuk basa. menjaga keseimbangan Asam dan Basa dalam tubuh sangat mempengaruhi kekebalan tubuh, pencernaan, tulang, hormon dan fungsi organ penting lainnya dalam tubuh.
Mau tau lebih lanjut? Coba deh klik
disini

May 9, 2008 at 6:08 pm Leave a comment

Kuku sebagai indikator kesehatan

Kuku dapat membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit:

As early as 400 B.C.E., Hippocrates taught that the nails reflect the condition of the inner body. It is true that abnormalities of the nails can often provide early clues to common medical problems or severe systemic diseases.

Take a few moments and examine your unpolished fingernails under a good light. You will gather a new appreciation for how your lifestyle affects your nails and overall health.

Nails grow at different rates due to age, nutrition, and health factors. Under the best of conditions, a nail grows about .004 inches a day or 1/8 of an inch each month. It takes about six months for a new nail to grow from cuticle to tip.

Use this diagnostic chart to look at and understand the condition of your nails:

Complete loss of nail: Trauma

Nail plate loose: Injury; nail psoriasis; fungal or bacterial infections; medicines; chemotherapy; thyroid disease; Raynaud’s phenomenon; lupus.

Wasting away of nails, nail loses luster and becomes smaller: Injury or disease.

Thickened nail plate: Poor circulation; fungal infection; heredity; mild, persistent trauma to the nail.

Pitted nails sometimes with yellow to brown “oil” spots: Eczema or psoriasis; hair loss condition.

Very soft nails: Contact with strong alkali; malnutrition; endocrine problems; chronic arthritis

Spoon-shaped nails: Iron deficiency; thyroid disease.

Club-like nails growing around swollen finger ends:
Chronic respiratory or heart problems; cirrhosis of the liver.

Horizontal ridges:
Injury; infection; nutrition.

Longitudinal ridges:
Aging, poor absorption of vitamins and minerals; thyroid disease; kidney failure.

Brittle, split nails: Nail dryness; nails in contact with irritating substances (detergents, chemicals, polish remover); silica deficiency.

Infected nails (red, tender, swollen, pus):
Bacterial or yeast infection.

Overlarge moons:
Overactive thyroid; genetics; self-induced trauma (habit tick).

No moons:
Underactive thyroid; genetics.

DISCOLORED FINGERNAILS
Colorless: May indicate anemia.

Red or deep pink: Can indicate a tendency to poor peripheral circulation.

Blue: Blood may not be receiving adequate oxygen due to respiratory disorders, cardiovascular problems, or lupus erythermatosus.

Yellow: Could indicate fungus, diabetes, psoriasis, use of tetracycline, or heredity.

White, crumbly, soft: May be a result of a fungus infection.

Half white/half pink: May indicate fungal infection or, more seriously, kidney disease.
Small white patches: Usually a sign of injury to the nail matrix.

Purple or black: Usually due to trauma, or may also be a sign of vitamin B12 deficiency. A brown or black streak that begins at the base of the nail and extends to its tip could be a diagnostic clue to a potentially dangerous melanoma. See your health care provider.

SUmber : http://www.care2.com/greenliving/fingernail-diagnostics.html

February 15, 2008 at 5:42 pm Leave a comment

08. Cara Konsumsi Melilea

(Disarankan dalam kondisi perut kosong: sebelum sarapan pagi, makan siang dan makan malam; kecuali bagi penderita sakit maag)

A. Untuk Detox dan Memulihkan/Menjaga Kesehatan

a. Tuangkan air putih yang dingin sebanyak 250 s.d 300 cc kedalam gelas bertutup (mis. gelas kaca bekas madu atau pakai produk tupperware)

b. Masukan 1 sendok besar (atau 2 sendok ukuran kecil) bubuk ORGANIK GREENFIELD kedalam gelas, tutup rapat dan langsung dikocok sebanyak 5 -10 kali sampai benar-benar tercampur dan segera diminum (dihabiskan dalam waktu 30 detik).

c. 1/2 jam kemudian minum air putih sebanyak 300 – 350 cc. akan lebih baik apabila setiap hari minum air putih minimal 2 1/2 – 3 liter.

Atau :

Dapatkan rasa gurih, dicampur dengan 1-3 sendok makan bubuk soyabean (susu kedelai).

Masukan bubuk Soyabean terlebih dahulu ke dalam air dalam gelas bertutup, kemudian baru masukkan 1 sendok bubuk ORGANIK GREENFIELD (sendok hanya tersedia di botol ORGANIK GREENFIELD). Langsung dikocok dan segera diminum. JANGAN MENGGUNAKAN AIR / MINUMAN HANGAT ATAU PANAS

B. Untuk MENURUNKAN BERAT BADAN

Disarankan setiap kali mengkonsumsi 1 sendok besar (atau 2 sendok ukuran kecil) bubuk ORGANIK GREENFIELD dan 1-3 sendok makan bubuk Soyabean, dan hanya menggunakan jus tomat / jambu bangkok / lemon / jeruk nipis / buah buahan yang tidak terlalu manis (hindari buah buahan yang terlalu manis)

Terapi Puasa Organik :

a. Minggu I :

7 hari puasa – tidak makan nasi & tidak makan lauk pauk yg berlemak

Yang dimakan hanya : GFO dan Buah-buahan, sayur & air putih + 3 lt/hari

b. Minggu II, III, IV :

Boleh makan 3x sehari, dengan ukuran ½ porsi dari biasanya + GFO dan Buah-buahan, sayur & air putih + 3 lt/hari

c. Setelah minggu ke IV: Disarankan untuk menerapkan pola makan Food Combining.

C. Bagi penderita sakit maag : pengkonsumsian 2 sendok bubuk ORGANIK GREENFIELD disarankan untuk dicampur dengan 3 sendok Soyabean, dikonsumsi sesudah makan.

Ayo donk … Jangan tunggu racun semakin menumpuk di tubuh anda dan menyebabkan beragam penyakit. Segera konsumsi GREENFIELD Organic untuk menguras kotoran yang menumpuk dalam tubuh Anda dan dapatkan kualitas hidup yang lebih baik!!!

February 15, 2008 at 5:40 pm 1 comment

08. Organic Apple Juice Melilea


…akhirnya datang juga ….

Mulai akhir Mei 2008 sudah bisa didapatkan bubuk Organic Apple Juice Melilea yg lezat, 400gr dengan harga konsumen Rp. 135.000,- dan jika sudah member bisa beli dengan harga Rp. 121.000 (jauh banget kan bedanya …).
Dengan adanya juice Apple Organik ini, rutinitas konsumsi juice jadi lebih mudah dan
ringkas, tinggal seduh pakai air dingin … jadilah, minuman sehat nan menyegarkan.

Kenapa harus minum jus apel (terutama yg organik)? karena manfaatnya sangat banyak bagi daya tahan tubuh dan kesehatan secara umum, diantaranya adalah :
· Mengendalikan dan menstabilkan berat badan
· Membantu menunda proses penuaan
· Melawan arthritis (radang sendi)
·Menurunkan kolesterol · Menurunkan tekanan darah
· Meningkatkan HDL
· Menstabilkan gula darah
· Obat peyakit jantung
· Memperbaiki otot pencernaan pd saluran pembuang
· Mengatasi sembelit & diare

Manfaat jus apel masih tambah satu lagi nih (bagiku ini yg terpenting) ;
An apple peel a day might help keep cancer at bay –
according to Rui Hai Liu, Cornell associate professor of food science, who has identified a dozen compounds — triterpenoids — in apple peel that either inhibit or kill cancer cells in laboratory cultures. Three of the compounds have not previously been described in the literature. “We found that several compounds have potent anti-proliferative activities against human liver, colon and breast cancer cells and may be partially responsible for the anti-cancer activities of whole apples,” says Liu, who is affiliated with Cornell’s Institute of Comparative and Environmental Toxicology and is senior author of the study, which is online and published in the Journal of Agricultural and Food Chemistry. Sumber info tersebut, berasal dari sini nih : naturalnews.com

February 15, 2008 at 5:38 pm Leave a comment

07. Awet Muda dan Bebas Kanker

Ingin bebas kanker, umur panjang, dan awet muda? Konsumsi dari sekarang sayur-mayur dan buah-buahan.


Alika, 45, divonis kanker paru-paru stadium lanjut. Gaya hidupnya yang tak sehat, merokok, tak pernah berolahraga, mengkonsumsi makanan berlemak jahat, sering lembur hingga pagi hari. Alika shocked. Seorang teman kemudian mengajaknya berobat ke seorang dokter yang terapinya berbeda dengan dokter lainnya. Alika diminta mengubah gaya hidupnya. Dia berolahraga, tak lagi merokok, dan menghindari makanan berlemak jahat. Ia disarankan mengkonsumsi buah dan sayur-mayur. Alika menurut, setiap hari dia makan brokoli, slada, alpukat, chery organik. Mengonsumsi makanan mentah yang itu-itu saja memang tak enak. Tapi khasiatnya, membuat Alika sanggup mengkonsumsinya dengan tujuan untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Hasilnya hidup Alika jauh lebih sehat. Dokternya sampai geleng-geleng kepala, melihat perubahan pada diri Alika. Tiga tahun berlalu, Alita masih bertahan. Pada keluarganya, dokter mengatakan bahwa kondisi Alita luar biasa. Padahal dari diagnosa kanker paru yang diidapnya, Alika diprediksi hanya dapat bertahan hidup paling lama satu tahun.

Mau baca kelanjutan ceritanya? klik disini

February 15, 2008 at 9:58 am Leave a comment

06. Melicinkan kulit dengan masker bubuk GFO Melilea

Ini mau sharing pengalaman pribadi dan sudah diikuti oleh beberapa teman.

Suatu hari … pas pengen bersih-bersih muka (biasanya males tuh..) ternyata masker favorit habis. Tiba-tiba inget sama bubuk Green Field Organik Melilea yang kata upline saya; Gfo itu bisa digunakan untuk menyembuhkan luka.
Jadi tidak ada salahnya kan … kalau dicoba juga untuk masker wajah (niatnya sekalian mengobati jerawat yg kayaknya betah banget tuh ngendon di kulit muka saya).
Trus … diambillah sedikit GFO (seujung sendok teh) dicampur dg beberapa tetes air (sengaja dibikin cair nih) langsung dioleskan ke wajah (musti cepet nih … biar ga menggumpal – jadi jeli).
Beberapa menit kemudian, wajah rasanya kencang – persis kalau kita pasang masker gitu …

Setelah 10-20 menit, wajah bisa dibersihkan dengan handuk dan air hangat.
Karena belum sempat beli masker yg beneran dan rasanya nyaman pakai masker GFO Melilea … jadi keterusan … tiap hari dipakai selalu (kadang pagi-pagi bangun tidur atau malam hari),
Hasilnya …? setelah beberapa hari …. kulit lebih lembut, bersih (dari jerawat) dan lebih cerah. Pokoknya sip deh … ! monggo …. silakan dicoba sendiri.

February 15, 2008 at 9:36 am 1 comment

Older Posts


Daya Tahan Tubuh Kita 80% dibangun di usus

Melilea Greenfield Organik adalah makanan alami yang dibuat dari 20 lebih jenis sayuran, buah-buahan dan biji-bijian yang berfungsi untuk membuang toksin serta membersihkan saluran usus kita.

Membutuhkan Melilea?

Silakan Hubungi : Tuti (0271) 2001013 Nono (0271) 655691 / 088802955245 Jl. Joyodiningratan 339 Solo
August 2017
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Posts

Top Clicks

  • None

Flickr Photos