03. Mengapa MAKANAN ORGANIK lebih SEHAT?
February 2, 2008 at 7:20 pm Leave a comment
Tren mengonsumsi makanan organik memang mulai meningkat seiring dengan kesadaran akan betapa pentingnya faktor makanan bagi kesehatan. Sebagian masyarakat bahkan rela mengeluarkan bujet lebih besar demi mendapatkan buah-buahan atau sayuran organik yang di Tanah Air relatif masih terbilang lebih mahal ketimbang jenis biasa.
Mengonsumsi makanan organik secara konsisten diyakini dapat menjadi upaya mempetahankan diri dari ancaman beragam penyakit. Makanan organik dinilai sehat karena pada saat proses penanaman sampai panen tidak mengalami proses kimiawi atau menggunakan bahan sintetik, seperti pestisida, herbisida, pupuk dengan kandungan kimia, penyuntikan hormon atau antibiotik, serta prosesnya tanpa radiasi ionisasi maupun pemodifikasian genetik. Karena itu, proses yang natural tersebut aman untuk dikonsumsi oleh tubuh.
KESADARAN LINGKUNGAN
Bagaimana dengan pangan konvensional? Pangan konvensional, kebanyakan diusahakan secara modern, dengan menggunakan teknik budidaya seperti pupuk buatan, pestisida dan bibit unggul.
Kekhawatiran orang terhadap pangan konvensional tidak lepas dari digunakannya bahan kimia. “Tak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan residu pertisida dalam bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang kemungkinan dapat berakumulasi dengan tubuh. Padahal, ada sinyalemen bahwa residu pestisida dalam tubuh manusia bisa bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker.”
Para petani di negara-negara maju sebagian besar sudah melek pengetahuan. “Sehingga mereka mau mengikuti aturan tentang dosis pupuk dan pestisida. Ini berbeda dengan petani-petani di negara yang sedang berkembang yang pendidikannya rendah. Kemampuan untuk menyerap informasi teknologi menjadi kurang maksimal. Akhirnya, penggunaan pupuk dan pestisida kurang memperhatikan aspek lingkungan,” lanjutnya.
Kebanyakan orang mengonsumsi makanan organik karena dorongan dan kesadaran akan lingkungan, “Serta demi penyelamatan kesehatan generasi penerus. Dengan mengonsumsi pangan organik, mereka dianggap berjasa menyelamatkan lingkungan dan meminimalkan penggunaan pestisida maupun pupuk buatan,” terang Khomsan.
Pangan organik dianggap lebih bersahabat dengan lingkungan, karena mengambil dari alam dan mengembalikannya kembali ke alam sambil menjaga keragaman hayati (tidak perlu membunuh makluk hidup secara berlebihan karena penggunaan musuh alami atau pestisida dari bahan tanaman sendiri).
Pengendalian hama dilakukan dengan penggunaan pestisida seminimal mungkin, dan semaksimal mungkin menggunakan hama-hama alam, seperti serangga. “Yang jelas, produk organik ini dinilai telah berjasa menyelamatkan lingkungan dengan meminimalkan penggunaan pestisida dan pupuk buatan.”
YANG HARUS DIPERHATIKAN
1. Pilihlah sayuran, buah-buahan atau daging yang memang telah memiliki label jelas.
2. Cucilah sayur atau buah organik dengan air yang mengalir (keran) beberapa kali, atau cuci dengan kalium fermanana yang merupakan bagian dari pencuci hama. Tujuannya agar sayuran terhindar dari sisa telur ulat.
3. Rebuslah sayuran dengan panas yang cukup, sehingga telur atau bakteri yang menempel akan mati.
Sumber : Kompas, 23 Mei 2008 & Tabloid Nova, No. 1014 Thn. XVIII, 2007
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .




Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed